Parenting Corner

Penyebab Feses Si Kecil Berbau Asam

17 January 2023

Tahukah Moms, feses Si Kecil bisa menjadi indikator kesehatan anak? Perubahan pada bentuk, warna, hingga aroma feses bisa menandakan Si Kecil sedang mengalami masalah kesehatan, terutama pada organ pencernaan. Itulah alasan mengapa Moms perlu untuk selalu memperhatikan feses saat Si Kecil buang air besar. Kenali feses anak saat sehat sehingga Moms bisa menyadari bila ada perubahan dalam kotoran Si Kecil.

Lalu bagaimana jika Si Kecil memiliki feses berbau asam? Apa penyebabnya dan perlukah Moms khawatir? Yuk, simak penjelasannya Moms.

Kenapa Feses Bayi Berbau Asam?

Feses atau tinja merupakan buangan sisa makanan yang tidak dicerna maupun diserap tubuh. Seperti telah disinggung sebelumnya, feses dapat untuk mendeteksi penyakit terkait saluran cerna. Selain sisa makanan, bersama feses biasanya turut dikeluarkan sisa cairan tubuh untuk pencernaan, komponen saluran tubuh yang sudah usang, dan komponen tubuh yang dilepaskan akibat penyakit.

Lalu bagaimana dengan feses berbau asam pada bayi? Hal itu sebenarnya adalah kondisi yang umum dan banyak terjadi, terutama pada bayi yang baru lahir karena sistem pencernaannya belum matang dan belum mampu menyerap nutrisi secara sempurna. Selain itu, feses berbau asam juga bisa disebabkan oleh intoleransi laktosa. Sebagian laktosa dari ASI atau susu formula tidak dicerna dengan sempurna oleh usus halus, lalu masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri. Dalam hal ini, bau asam pada feses muncul akibat terbentuknya asam-asam organik.

Selain itu, feses bayi berbau asam juga bisa disebabkan oleh ketidakmampuan usus bayi dalam menyerap semua nutrisi, infeksi bakteri di dalam organ pencernaan bayi, atau efek samping antibiotik.

Baca Juga: Kenali Penyakit Pencernaan pada Anak dan Cara Atasinya

Cara Mengatasi Feses Berbau Asam pada Bayi

Apabila feses bayi mengeluarkan aroma asam, Moms perlu terlebih dahulu memastikan penyebabnya. Apakah karena intoleransi laktosa, malabsorpsi nutrisi, atau infeksi bakteri. Hal tersebut penting untuk mengambil langkah penanganan.

  • Apabila bau asam pada feses bayi muncul setelah Moms mengganti asupan makanannya, maka kemungkinan karena alergi. Moms perlu menemukan bahan makanan penyebab alergi dan menggantinya.
  • Menjaga kebersihan sumber asupan Si Kecil juga dapat membantu mengatasi bau asam pada feses bayi yang disebabkan infeksi bakteri.
  • Jika Si Kecil masih mendapat asupan ASI eksklusif, maka yang perlu diperhatikan adalah makanan yang dimakan ibu, karena setiap asupan ibu juga akan menjadi asupan bayi.

Perlukah Membawa Si Kecil ke Dokter?

Seperti dijelaskan, kondisi feses bayi berbau asam bisa menjadi hal yang normal terutama pada bayi yang baru lahir. Jika kondisi itu tidak disertai gejala atau ciri lain, seperti diare, dan bayi tampak bertumbuh dengan pertambahan berat badan normal, maka Moms tidak perlu terlalu khawatir. Namun jika kondisi tersebut terjadi berulang dan disertai dengan gejala lain seperti bayi muntah, demam, diare, hingga dehidrasi, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis lebih lanjut.

Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah apabila feses bayi berbiji-biji seperti kotoran kambing. Hal itu bisa menjadi tanda Si Kecil mengalami sembelit atau konstipasi. Penyebabnya bisa karena terlalu banyak asupan susu, kurang minum air putih, kurang asupan serat, atau efek samping obat. Jika kondisi ini dialami bayi sejak lahir maka perlu dikonsultasikan dengan dokter karena kemungkinan bayi memiliki kondisi bawaan yang disebut Hirschsprung dan cara mengatasinya adalah dengan operasi.

Bagaimana feses Si Kecil sangat bergantung salah satunya pada asupan yang diterimanya. Karenanya, Moms wajib memperhatikan makanan dan minuman yang akan diberikan kepada Si Kecil. Setelah Si Kecil lahir, berikan ASI eksklusif dari bayi lahir sampai usia enam bulan, diikuti dengan pemberian MPASI yang aman dan tepat saat bayi berusia enam bulan.

Demikian ulasan tentang feses berbau asam pada anak dan penyebabnya. Sekarang sudah lebih tahu 'kan Moms? Semoga informasinya bisa bermanfaat, ya!




Bagikan : Facebook WhatsApp