Tips Hadapi Anak Tantrum dan Cara Mengelola Emosinya

Moms pernah menghadapi Si Kecil yang tantrum? Jangan buru-buru panik, karena tantrum memang merupakan hal yang umum pada anak usia dini. Pada saat tantrum, Si Kecil bisa marah, frustasi, menangis, sampai meledak-ledak. Ia mungkin akan menangis sampai sulit dihentikan, menjerit, menendang, atau bahkan berlari-lari. Tantrum terjadi karena memang pada usianya ini kemampuan sosial emosional Si Kecil baru mulai berkembang. Ditambah kemampuan bahasa yang juga masih berkembang sehingga ia kesulitan untuk menyampaikan dan mengekspresikan perasaannya.Untuk itu, Moms dapat membantu mengelola emosi anak sehingga anak juga dapat belajar mengenali apa yang ia rasakan serta mengekspresikannya dengan cara yang lebih positif.

 

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Moms coba untuk membantu mengelola emosi anak.

 

  1. Sebagai tahap awal dari belajar mengelola emosi anak, perkenalkan dahulu berbagai jenis emosi kepada Si Kecil. Moms bisa melakukannya melalui buku bergambar atau film anak-anak. Diskusikan emosi yang ada dalam buku atau film tersebut. Bagaimana wajah seseorang saat merasakan emosi tersebut, bagaimana emosi diekspresikan, dan apa akibatnya. Bantu anak untuk melabel tiap ekspresi dalam buku atau film dan kemudian mengasosiasikan dengan emosi yang ia rasakan sendiri.

 

  1. Jelaskan pada anak bahwa emosi dan perilaku adalah hal yang berbeda. Bantu anak untuk memahami bahwa ia boleh merasakan emosi apapun, termasuk marah dan sedih. Yang tidak boleh ia lakukan adalah menunjukkan emosi tadi dengan perilaku yang negatif. Misalnya memukul dan merusak barang saat ia merasa marah. Hal ini juga perlu Moms perhatikan juga saat memberikan konsekuensi logis pada anak. Pastikan bahwa Moms menyampaikan pada Si Kecil bahwa konsekuensi tersebut diberikan sehubungan dengan perilaku yang ia tunjukkan, bukan karena emosi yang ia rasakan.

 

  1. Sampaikan pada Si Kecil bahwa Moms memahami apa yang ia rasakan. Jika Moms merespon emosi anak dengan empati, anak akan belajar bahwa meskipun emosi yang saat itu ia rasakan mungkin tidak enak, tetapi emosi tersebut adalah hal yang wajar dan bahwa Moms memahaminya. Hal ini akan membuat anak merasa lebih baik dan ia akan tahu bahwa tanpa jeritan pun Moms akan mau mendengar apa yang ia rasakan.

 

  1. Ketika menghadapi anak yang sedang tantrum, tentunya Moms perlu tenang untuk menjaga perilaku anak tetap terjaga. Bicara secukupnya dengan kalimat pendek dan sederhana dan tanpa menaikkan nada bicara. Jika Moms ingin membahas mengenai emosi dan perilaku tersebut, tunggu sampai anak tenang terlebih dahulu. Karena saat anak sedang dikuasai emosi yang meluap-luap, mereka tidak bisa berpikir secara rasional dan mencerna ucapan Moms.

 

  1. Ajarkan pula bahwa mengelola emosi anak bisa dilakukan oleh dirinya sendiri melalui langkah-langkah sederhana. Misalnya, saat Si Kecil merasa kesal atau marah, ia dapat belajar menenangkan dirinya sendiri dengan menarik nafas panjang perlahan-lahan, atau dengan berhitung, atau dengan melakukan hal lain yang ia sukai. Misalnya mewarnai atau mendengarkan lagu favoritnya.

 

Untuk membantu mengelola emosi anak, tekankan bahwa emosi bukanlah hal yang buruk dan bahwa ia boleh merasakan emosi tersebut. Tekankan pula bahwa walau kadang Si Kecil tidak bisa mengontrol emosi yang kita rasakan, tetapi ia bisa belajar mengontrol perilaku yang dihasilkan dari emosi tersebut. Kemudian, jangan lupa untuk menjadi teladan bagi Si Kecil juga ya Moms. Jika Moms tidak ingin Si Kecil berteriak-teriak saat marah, tentunya Moms juga jangan menunjukkan emosi marah dengan cara berteriak, ya.Yuk pastikan Si Kecil tumbuh di lingkungan penuh kasih sayang dimana ia merasa dipahami dan dihargai dan menjadi anak yang happy.