Manfaat Sensory Play dalam Aktivitas Anak Bermain

Manfaat Sensory Play dalam Aktivitas Anak Bermain

Moms tentu tahu bahwa aktivitas anak bermain bukan hanya untuk membuatnya gembira, tetapi juga merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Salah satu jenis permainan yang memiliki banyak manfaat bagi Si Kecil adalah permainan sensori, atau sensory play.

 

Sejak lahir, secara alami Si Kecil akan mengeksplor dunia di sekitarnya dengan memanfaatkan sensori, atau inderanya. Karena itu pula Si Kecil senang menyentuh atau bahkan memasukkan benda ke dalam mulutnya. Eksplorasi melalui inderanya merupakan cara anak untuk mempelajari dan memahami dunia. Seperti namanya, sensory play adalah permainan yang dapat memberikan stimulasi pada kelima indera anak. Bisa hanya satu indera saja, bisa juga lebih dari satu indera melalui sebuah sensory play.

 

Nah, untuk mengetahui apa saja manfaat mengajak anak bermain sensory play, simak penjelasan singkatnya di bawah ini ya, Moms.

 

  1. Membantu perkembangan kognitif anak

Jean Piaget, seorang ahli psikologi perkembangan anak, menyebutkan bahwa anak membutuhkan stimulasi dan pengalaman untuk mendukung perkembangan kognitifnya. Melalui sensory play, anak akan mendapat berbagai informasi baru yang kemudian akan ia simpan di dalam otaknya untuk dipakai lagi di kemudian hari. Ketika anak bermain sensory play, stimulasi yang ia dapat akan membantu membentuk jaringan yang menghubungkan sel-sel otak anak.

 

  1. Membantu anak belajar untuk fokus

 Saat anak bermain sensory play, otak anak akan membangun koneksi dari informasi sensori yang didapat dan belajar memilah informasi mana yang berguna dan mana yang tidak. Sebagai contoh, melalui sensory play Si Kecil akan belajar memilah suara yang tidak penting dan tetap fokus dengan aktivitas bermain yang sedang ia lakukan.

 

  1. Membantu perkembangan motorik halus dan motorik kasar

Sensory play seringkali melibatkan kemampuan koordinasi otot kecil, atau motorik halus anak. Misalnya aktivitas menuang, menjumput, meremas, dan lain sebagainya. Kemampuan motorik halus ini nantinya akan dibutuhkan anak untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti menulis, menggunting, memasang kancing baju, memegang sendok dan garpu saat makan dan lain-lain. Saat bermain anak juga akan menggerakkan tubuhnya sehingga motorik kasarnya pun akan turut bekerja.

 

  1. Aktivitas yang dapat membuat anak tenang

Ya, saat anak bermain sensory play, ia akan terbantu menyalurkan rasa bosan atau resah dan membuatnya lebih tenang. Misalnya, bermain pasir atau bermain gelembung sabun maupun bermain air akan mengalihkan perhatian anak dari hal yang membuatnya kesal dan membantunya menjadi lebih tenang.

 

  1. Mendorong kemampuan berpikir secara ilmiah dan memecahkan masalah

Melalui sensory play, anak akan mengekplorasi dan bereksperimen secara sederhana sehingga saat anak bermain ia akan belajar berpikir secara ilmiah, melihat sebab akibat, dan memecahkan masalah. Misalnya, bagaimana supaya pasir yang ia cetak bisa tidak hancur saat dikeluarkan dari cetakan, bagaimana ia bisa memindahkan air dari satu tempat ke tempat lainnya, dan lain sebagainya.

 

Tentunya manfaat sensory play masih banyak lagi ya, Moms. Misalnya mengembangkan kemampuan sosial anak saat anak bermain sensory play dengan anak lainnya, dan mengembangkan kemampuan bahasa anak. Moms, yuk pastikan Si Kecil selalu mendapat kesempatan bermain agar tumbuh kembangnya berjalan optimal dan ia grow happy.