Gambar 3 Hubungan Gut Brain Axis dengan Kesehatan Pencernaan Anak

Hubungan Gut Brain Axis dengan Kesehatan Pencernaan Anak

Pernahkah Moms mendengar istilah ‘gut brain axis’ atau ‘gut brain connection’? Mungkin Moms belum pernah mendengar istilah tersebut atau sudah pernah mendengarnya tetapi masih bingung apa yang dimaksud. Gut brain axis adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana saluran pencernaan dan otak bisa saling mempengaruhi. Untuk membantu Moms memahami apa yang dimaksud dengan gut brain axis dan hubungannya dengan tumbuh kembang Si Kecil, yuk baca beberapa pointers di bawah ini.

 

  • Apa itu gut brain axis?

Secara sederhana, gut brain axis adalah hubungan interaksi dua arah antara pencernaan (gut) dengan otak (brain) yang teorinya sudah dikenal sejak pertengahan abad 19. Di masa sekarang ini, berbagai penelitian semakin menunjukkan adanya komunikasi dua arah tersebut, termasuk yang berhubungan dengan kesehatan pencernaan anak, yang kemudian dikenal dengan istilah gut brain axis (GBA).

 

  • Apa yang menghubungkan sistem pencernaan anak dan otak?

Komunikasi dua arah antara sistem pencernaan anak dan otak, atau gut brain axis, terjadi melalui jalur syaraf, hormon dan sistem imun. Jadi pada dasarnya hubungan yang terjadi merupakan hubungan fisik dan juga hubungan kimia.

 

  • Apa contoh yang terjadi dengan sistem pencernaan anak dan otak karena adanya gut brain axis?

Otak si Kecil memeiliki efek langsung terhadap sistem pencernaan anak, dan begitu juga sebaliknya. Misalnya, ketika si Kecil cemas maka ia merasa perutnya mulas. Atau apabila komposisi mikroba di saluran pencernaan anak tidak seimbang, Si Kecil jadi lebih mudah merasa cemas.

 

  • Apa hubungan gut brain axis dengan mikroba yang ada di saluran pencernaan anak?

Saluran pencernaan anak dan otak juga dihubungkan melalui zat kimia yang disebut dengan neurotransmitters yang diproduksi di otak dan mengontrol perasaan dan emosi. Kebanyakan dari neurotransmitters ini juga diproduksi di dalam saluran cerna yang juga dihuni triliunan mikroba. Mikroba ini menghasilkan neurotransmitters yang disebut Gamma Aminobutyric Acid (GABA) yang fungsinya mengontrol perasaan takut dan cemas. Jika mikroba berupa bakteri baik ini jumlahnya banyak, maka akan membantu mengurangi kemungkinan si Kecil mengalami kecemasan.

 

  • Apa saja efek hubungan dari otak ke saluran pencernaan anak?
  • Otak mengontrol komposisi mikroba saluran cerna melalui jalur peptida yang kemudian mempengaruhi pemenuhan nutrisi pada pencernaan, jalur endokrin yang mempengaruhi fungsi pencernaan, dan jalur syaraf.
  • Suasana hati yang baik dan tidur yang cukup akan memicu otak untuk mengeluarkan serotonin, dopamin, melatonin dan molekul imun. Semuanya merupakan neurotransmitters yang membuat perasaan senang.
  • Interaksi sosial dan fisik yang positif akan melepaskan dopamin.

 

  • Apa saja efek hubungan dari saluran pencernaan anak ke otaknya?
  • Mikroba di saluran cerna mengontrol aktivitas otak  melalui jalur neuron dan jalur imun.
  • Pola makan yang sehat akan mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna yang kan memproduksi serotonin.
  • Mikroba di saluran cerna turut mempengaruhi kerja otak dan perilaku, dan kondisi psikis seseorang.

Jadi, apabila Si Kecil tiba-tiba berkali-kali ke toilet menjelang kunjungan ke dokter, bisa jadi penyebabnya adalah rasa cemas yang ia rasakan. Apakah Si Kecil punya pengalaman seperti ini, Moms?