Parenting Corner

Sukrosa dalam Susu Formula Bahaya? Yuk, Pilih Susu Tanpa Sukrosa!

16 December 2020

Tahukah, Moms? Kesukaan Si Kecil terhadap rasa manis merupakan hal yang bersifat alamiah. Menurut penelitian, balita memang memiliki toleransi terhadap rasa manis lebih tinggi dibanding orang dewasa. Namun, makanan manis umumnya mengandung gula tambahan, seperti sukrosa, yang menjadi salah satu penyebab utama karies serta pada anak. Yuk, kenali lebih jauh jenis gula satu ini!

Semakin sering gigi Si Kecil terpapar gula tambahan, bakteri semakin mudah tumbuh dan menyebabkan lubang pada gigi-gigi kecilnya. Karies pada saat kecil juga dapat menyebabkan banyak penyakit gigi dan mulut pada saat Ia tumbuh dewasa lho Moms, seperti kelainan susunan gigi geligi rahang, karies pada gigi tetap, meningkatkan angka kejadian infeksi dan nyeri gigi, bahkan dapat mengganggu tumbuh kembangnya secara umum. Karena itu, sebaiknya Moms pilih susu tanpa sukrosa.

Penelitian juga menemukan bahwa karies gigi dapat memberikan dampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari, bahkan mempengaruhi kualitas hidup anak. Walaupun bukan merupakan penyakit fatal, nyeri karena karies dapat menyebabkan gangguan tidur, penurunan nafsu makan, sulit mengunyah, dan penurunan berat badan. Karies juga disebut berhubungan dengan gangguan perilaku anak, buruknya nilai akademis anak di sekolah, gangguan kepercayaan diri yang kemudian berpengaruh pada kemampuan anak dalam bersosialisasi.

Gula tambahan merupakan salah satu penyebab dari karies gigi. Salah satu gula tambahan yang banyak ditemukan dalam makanan kita yaitu Sukrosa. Sukrosa adalah gula yang terbentuk dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa berperan penting dalam industri makanan karena merupakan bentuk gula yang paling mudah diekstrak dari tebu dan buah bit, yang kemudian menghasilkan produk akhir berupa gula pasir yang setiap hari dapat kita temukan di meja makan. Sukrosa juga merupakan gula tambahan, yang paling umum digunakan pada makanan dan minuman. Jadi, Moms sebaiknya memilih susu tanpa sukrosa untuk dikonsumsi Si Kecil.

Baca Juga: Perbedaan Sukrosa dan Laktosa pada Susu Pertumbuhan 

Yang perlu diperhatikanPerlu diperhatikan bahwa, WHO membatasi konsumsi gula tambahan maksimal 10% dari total energi harian atau setara dengan 33-35 g (3 sendok makan) gula per hari bagi anak usia 1-5 tahun. Untuk memenuhi rekomendasi ini, ada beberapa tips yang bisa dilakukakan oleh Moms untuk agar anak tidak terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan (sukrosa)

Sebagai gantinya, Moms bisa memberikan susus tanpa sukrosa dan buah-buahan segar daripada memberikan biskuit, permen, atau kue sebagai camilan manis Si Kecil. Moms juga bisa mengganti minuman manis Si Kecil dengan air putih atau susu, karena susu sudah mengandung gula alami (laktosa). Laktosa sendiri merupakan gula alami yang terdapat dalam ASI dan susu mamalia. Laktosa disebut sebagai salah satu komponen paling bergizi yang terdapat dalam susu dan sangat penting dikonsumsi pada masa balita. Selain itu susu juga mengandung kalsium, vitamin D, protein, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan Si Kecil.

Wah Moms, ternyata membiasakan Si Kecil mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan atau sukrosa berlebih dapat membahayakan kesehatan tubuh dan giginya sampai ia dewasa, ya. Karena itu, mari bentuk pola hidup sehat sedari dini agar Si Kecil dapat tumbuh sehat dan bahagia. Moms bisa berikan susu pertumbuhan yang baik untuk anak, seperti susu tanpa sukrosa.

LACTOGROW merupakan susu pertumbuhan yang mengandung nutrisi yang lengkap untuk Si Kecil. Selain serat pangan inulin dan L. reuteri, segelas susu LACTOGROW juga mengandung 13 vitamin & 7mineral yang merupakan sumber zat besi & tinggi vitamin C, tinggi kalsium maupun vitamin D, sumber protein, serta minyak ikan dan omega 3 & 6.

Lactogrow 3 untuk anak berusia 1-3 tahun tersedia dalam rasa Original (350-750 gram), Madu (180 gram-1 kg), dan Vanilla (350 gram-1 kg).




Bagikan : Facebook WhatsApp