Tips Dukung Kesehatan Mental Anak Usia Dini

Moms, dalam memberikan dukungan bagi tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan mental anak usia dini sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik anak. Mental seseorang akan mempengaruhi perasaanya, bagaimana ia berpikir dan juga bertindak. Nah, sebagai orang tua, peran Moms sangat penting untuk menjaga kesehatan mental anak, bahkan dimulai sejak Si Kecil masih bayi dan sepanjang masa usia dini. Baik melalui apa yang Moms ucapkan pada Si Kecil, perilaku Moms, dan bagaimana Moms menciptakan lingkungan tempat anak bertumbuh dan berkembang.

 

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat Moms lakukan untuk menjaga kesehatan mental anak usia dini dalam kehidupan sehari-hari. Baca, yuk!

 

  1. Bangun cara percaya diri Si Kecil. Salah satunya adalah dengan memberinya pujian untuk berbagai pencapaian yang ia lakukan. Mulai dari saat ia bayi, misalnya saat pertama kali meraih mainan, pertama kali melangkah, sampai anak semakin besar dan berhasil melakukan berbagai hal. Beri perhatian pada hal-hal atau aktivitas yang disukai anak, bantu ia menentukan target yang realistis, dorong ia untuk terus mencoba. Beri pula Si Kecil perhatian positif dan hindari mencela anak atau mengucapkan kalimat sarkastik saat ia gagal melakukan sesuatu.
  2. Bangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan anak, mulai dari masa bayi dan balita. Dapat berinteraksi dan berkomuikasi secara positif dengan orang lain dapat membantu kesehatan mental anak dan hal ini perlu dimulai dari hubungan baik dengan anggota keluarga. Moms dapat melakukannya dengan membiasakan meluangkan waktu setiap hari untuk mengobrol dan beraktivitas bersama anak, melakukan aktivitas keluarga bersama, dan lain sebagainya.
  3. Dengarkan dan hargai pendapat maupun perasaan anak. Tunjukkan dan sampaikan pada Si Kecil bahwa wajar baginya untuk merasa sedih atau marah. Yang penting perasaan-perasaan itu ditunjukkan melalu cara yang positif dan tanpa kekerasan. Moms dapat mendorong anak untuk menyampaikan apa yang ia rasakan pada Moms. Kebiasaan mengobrol, berdiskusi dan saling cerita antar anggota keluarga, misalnya saat makan bersama, akan membantu anak lebih terbuka pada Moms. Pastikan pula Moms memberikan perhatian penuh pada saat anak sedang berbicara sehingga ia merasa dihargai.
  4. Beri kesempatan Si Kecil untuk bermain. Ya, bermain adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan mental anak usia dini. Karena selain membuat anak gembira, melalui bermain anak akan belajar memecahkan masalah, mengontrol diri, dan berinteraksi dengan anak lain. Nah, Moms juga dapat turut bermain bersama Si Kecil, lho. Anak dapat belajar dengan meniru Moms dan bermain bersama anak juga dapat Moms manfaatkan untuk membangun hubungan dan komunikasi dengannya.
  5. Yuk jadi teladan bagi Si Kecil. Di masa awal kehidupannya, Moms adalah sumber belajar pertama bagi Si Kecil. Jika Moms ingin Si Kecil melakukan sesuatu, maka Moms tentu juga perlu melakukannya. Jadi biasakan untuk menyampaikan apa yang Moms rasakan, meminta maaf jika melakukan kesalahan, mengekpresikan rasa marah maupun sedih tanpa kekerasan, dan berusaha memecahkan masalah dengan cara yang baik.
  6. Perhatikan apa yang Si Kecil tonton di televisi, penggunaan gadget, games yang dimainkan, dan sebagainya. Pastikan semuanya memiliki konten yang positif dan memang sesuai untuk usia dan tahap tumbuh kembang anak ya, Moms. Selain itu dorong Si Kecil untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga atau bermain di luar ruang.

Hal lain yang dapat Moms lakukan untuk mendukung kesehatan mental anak usia dini adalah membantu anak saat ia menghadapi situasi yang sulit. Misalnya dengan membantu Si Kecil menenangkan diri saat ia merasa kesal. Bisa dengan menarik nafas, melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan sebagainya. Terus dukung Si Kecil dalam hal kesehatan mental anak ya, Moms. Sebagai bekal bagi Si Kecil saat kelak memasuki masa pubertas dan agar tumbuh kembang anak berjalan optimal dan ia grow happy.