Ayo Pilih Disiplin Positif untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Disiplin Positif untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
Caption

Article Title

Body

Moms, apa sih yang Moms bayangkan kalau mendengar kata ‘disiplin’? Apakah hukuman? Padahal disiplin anak tidak selalu harus dengan hukuman lho, Moms. Disiplin asalnya adalah bahasa Latin yang artinya belajar. Karena itu yang perlu ada dalam proses disiplin anak adalah mengajari dan membimbing Si Kecil agar bertingkah laku yang baik.

Nah, untuk menerapkan disiplin positif perlu ada rasa saling percaya dan menghargai antara orang tua dan Si Kecil ya, Moms. Dengan begitu, anak akan belajar untk bertingkah laku yang baik tanpa perlu dimarahi atau dihukum. Kalau bisa begitu, proses tumbuh kembang anak tentu jadi lebih happy, kan?

Mau coba menerapkan disiplin positif di rumah, Moms? Simak tipsnya berikut ini, yuk!

 

1.    Kenalkan disiplin sejak dini

Rutinitas adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak dan dapat membantu dalam proses belajar disiplin anak. Rutinitas sebaiknya dimulai sejak dini agar membentuk kebiasaan baik, termasuk dalam bersikap yang baik. Jadikan perilaku positif sebagai bagian dari keseharian Si Kecil sejak ia bayi ya, Moms.

 

2.    Diskusikan setiap aturan dan kesepakatan yang dibuat

Disiplin positif memerlukan kerjasama dan rasa saling percaya orang tua dan Si Kecil. Karenanya, hindari menetapkan aturan dan batasan secara sepihak ya, Moms. Biasakan untuk menyampaikan dan diskusi dengan Si Kecil mengenai setiap aturan, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak. Termasuk membuat kesepakatan soal konsekuensi. Nah, jangan lupa juga untuk menjalani kesepakatan yang sudah dibuat dengan Si Kecil secara konsisten.

 

3.    Berikan konsekuensi logis

Lagi-lagi, ini bukan berarti sekedar memberi hukuman lho, Moms. Konsekuensi logis berarti konsekuensi yang diberikan perlu berhubungan dengan kesalahan, masuk akal, memberikan pengalaman belajar, dan tetap menjaga harga diri Si Kecil. Contohnya, jika Si Kecil sulit bangun pagi sehingga terlambat, maka konsekuensi yang diberikan adalah waktu tidurnya dipercepat keesokan harinya. Jangan memberi konsekuensi seperti menulis ‘Aku tidak akan terlambat bangun’ berulang-ulang. Tak ada hubungannya, kan?


 
4.    Bersikap tegas, bukan marah

Jika memang diperlukan, gunakan suara dan bahasa tubuh yag tegas. Tegas ya, Moms, bukan marah-marah. Di saat yang sama, beri Si Kecil kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya juga. Jadikan ini kesempatan untuk diskusi dua arah, bukan semata-mata Moms yang menceramahi Si Kecil.

 

Menerapkan disiplin positif memang tak mudah, tetapi efeknya akan lebih menetap dari sekedar memarahi Si Kecil. Seperti juga banyak hal lainnya dalam mendukung proses tumbuh kembang anak, memang tidak ada satu cara yang paling tepat untuk segala situasi. Tetapi dengan bersikap positif Moms dan Si Kecil akan berada di sisi yang sama dan Si Kecil bisa grow happy. Moms tentu jadi happy juga, kan?