5 Tips Cegah Kelebihan Berat Badan pada Si Kecil

Yuk, Cegah Kelebihan Berat Badan Pada Si Kecil dengan Cara Berikut!

 

Tahukah, Happy Moms? Konsumsi gula tambahan seperti sukrosa yang tinggi memicu kelebihan berat badan pada Si Kecil. Kelebihan berat badan dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu kelebihan berat badan tingkat ringan (overweight) dan kelebihan berat badan tingkat berat (obesitas). Selain mempengaruhi kesehatannya, kelebihan berat badan juga membuat Si Kecil jarang bergerak dan lebih menyukai aktivitas minim gerakan seperti bermain game di smartphone atau menonton televisi. Untuk itu, yuk, bantu Si Kecil menghindari risiko kelebihan berat badan supaya ia bisa bergerak lebih aktif dan Grow Happy dengan menerapkan beberapa tips berikut:

 

  • Konsumsi beraneka ragam bahan makanan dan bergizi seimbang

Tingginya asupan energi akibat tidak seimbangnya porsi antar kelompok bahan makanan merupakan salah satu faktor penyebab kelebihan berat badan pada Si Kecil. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI mengampanyekan “Isi Piringku” sebagai acuan porsi setiap kelompok bahan makanan dalam 1x makan. Bagi anak usia 2-5 tahun, dalam 1 piring makan terdiri dari ⅓ bagian berisi makanan pokok, ⅓ bagian berisi lauk pauk hewani & nabati, dan ⅓ bagian sisanya berisi sayur dan buah. Biasakan Si Kecil untuk mengonsumsi beraneka ragam bahan makanan, ya Happy Moms! Karena, tidak ada satu jenis bahan makanan yang mengandung zat gizi lengkap.

 

                                                                                      

 

  • Batasi konsumsi gula tambahan

Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan pada proses pengolahan makanan atau minuman. Salah satu jenis gula tambahan yang biasa digunakan adalah sukrosa atau gula pasir. Oleh karena itu, WHO membatasi konsumsi gula tambahan maksimal 10% dari total energi harian atau setara dengan 33-35 g (3 sendok makan) gula per hari bagi anak usia 1-5 tahun. Selain itu, biasakan juga untuk membaca label informasi gizi pada bagian belakang kemasan makanan atau minuman, ya Happy Moms! Tujuannya agar Happy Moms bisa memisahkan produk makanan atau minuman kemasan yang rendah dan tinggi gula tambahan untuk Si Kecil.

 

                                                            A piece of bread on a wooden table

Description automatically generated

 

  • Pilih makanan atau minuman yang mengandung gula alami sebagai cemilan sehat

Gula alami adalah gula yang secara alami terdapat di dalam bahan makanan. Contoh gula alami adalah laktosa pada susu. Selain sebagai pemanis alami, laktosa ternyata juga bisa membantu mengoptimalkan kesehatan pencernaan sekaligus menurunkan risiko kelebihan berat badan dan karies gigi pada Si Kecil, loh Happy Moms!.

 

 

  • Ajak Si Kecil untuk bergerak aktif

Bagi Si Kecil yang berusia 1 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik ringan hingga yang energik selama 180 menit per hari. Contoh aktivitas fisik yang bisa dilakukan seperti bermain sepeda, bernyanyi sambil menari, atau bermain menendang bola. Kegiatan bermain yang melibatkan aktivitas fisik dapat memfasilitasi berbagai kemampuan motorik, kognitif, sosial, dan emosional yang menunjang Si Kecil belajar dan beraktivitas di kemudian hari.

 

  • Batasi screen time

Durasi penggunaan gadget Si Kecil juga perlu diperhatikan. Menurut WHO (World Health Organization) dan AAP (American Academy of Pediatrics), anak usia di bawah 18 bulan tidak disarankan menggunakan gadget selain untuk video call dengan anggota keluarga dan kerabat. Sementara untuk anak usia 18 bulan hingga 5 tahun diperbolehkan bermain gadget maksimal selama 1 jam dengan didampingi orangtua.